Jumat, 27 November 2015

Kegiatan di Bogor

Pelaksanaan kegiatan di Bogor dihadiri oleh seluruh pemuda adat se-Indonesia pada tanggal 17 s/d 21 Nopember tahun 2015. Thema acara tersebut "Pendokumentasian ". Yang dimaksud dengan pendokumentasian tersebut untuk menginventarisasikan sejarah daerah, budaya adat masing-masing daerah di seluruh Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan oleh AMAN dibidang Pemetaan..

Untuk Daerah Mentawai yang ikut dalam acara yang dimaksud di atas adalah salah satu pengurus Pemuda Adat Mentawai, Parman Saogo.
Dalam acara itu materi untuk daerah Mentawai adalah "Upacara Adat di Mentawai. Dengan melakukan observasi/pengamatan, wawancara, diskusi, pemetaan dan perjalanan transek. 
Pemuda Adat Mentawai harus sudah memulai untuk melakukan pemetaan atau inpentarisasi Kebudayaan - Kebudayaan Mentawai

Saat ini Pemuda Adat Mentawai memiliki beberapa tantangan dalam melakukan pemetaan kebudayaan atau sejarah. Hal ini disebabkan banyaknya sejarah dan kebudayaan yang berbeda-beda, dan Pemuda Adat dituntut lebih harus tahu dengan cara terjun ke lapangan mencari tau.





Kamis, 05 November 2015

Pembentukan Pengurus Cabang

Pemuda Adat Mentawai perlu membangun sinergik antar pemuda dalam rangka mengembangkan keorganisasian diseluruh wilayah Mentawai. Oleh karena itu Pengurus tingkat Kabupaten harus sudah memikirkan pembentukan pengurus cabang ditingkat Kecamatan dan Desa sebagai wadah pengorganisasian ditingkat bawah. Secara prinsip munculnya pergerakan Pemuda Adat itu ada ditingkat bawah, sedangkan pengurus Kabupaten sebagaai promotor dan fasilitator pergerakan Pemuda Adat Mentawai.

Manfaat adanya pengurus ditingkat kecamatan dan desa adalah memudahkan interaksi pemuda adat dengan masyarakat adat yang ada di desa-desa/dusun. Kemudian mempermudah menginpentarisasi kebudayaan serta aturan adat. Kemudian menjadi basis dalam semua kegiatan yang dilaksanakan Pemuda adat Mentawai.

Kelemahan dari pada pembentukan pengurus ditingkat kecamatan dan desa adalah tidak seimbangnya informasi karena bersifat hirarki. Kemudian Pengurus kecamatan tidak akan berfungsi karena kegiatan masyarakat adat ada di tingkat desa/dusun.

Solusinya bahwa pengurus ditingkat Kabupaten harus memiliki kapasitas administrasi yang kuat serta kemampuan melaksanakan kegiatan secara partisipatif agar pengurus kecamatan juga mendapatkan bagian tugas. Kemudian perlu dibuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Pemuda Adat Mentawai yang bersifat pleksible.

Selasa, 06 Oktober 2015

Pelantikan Ketua Pemuda Adat Mentawai



Pelantikan Ketua Pemuda adat Mentawai dilaksanakan di Uma Mappadegat Kecamatan Sipora Utara oleh Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Mentawai. Ketua Pemuda Adat Mentawai terpili secara demokrasi adalah Agung BJ Saleleubaja.

Dalam penyampaian pidato ketua menyatakan bahwa Pemuda Adat itu merupakan ujung tombak perjuanagn masyarakat adat Mentawai dalam memperjuangkan dan mempertahankan hak-hak masyarakat adat Mentawai.